Artinya, pada tahun 2035 permintaan atas air bersih akan melampaui jumlah air bersih yang bisa dipasok hingga 17 persen. Apalagi, menurut data pertumbuhan penduduk, populasi di kawasan Gauteng, provinsi paling kecil di Afrika Selatan, akan bertambah dari 10,5 juta jiwa pada 2009 menjadi 28 juta jiwa di tahun 2055 mendatang.
Melihat tren seperti ini, Mayathula-Khoza menyebutkan, mereka tidak akan memiliki jumlah persediaan makanan dan air bersih yang cukup untuk mendukung kelangsungan hidup populasi yang tumbuh pesat tersebut.
Menurut Mayathula-Khoza, pemerintah Provinsi Gauteng sendiri telah berkomitmen untuk mengeksplorasi penggunaan bio teknologi untuk memproduksi makanan dan menciptakan lapangan kerja. Dan strategi yang diluncurkan pada 2008 lalu itu sudah berjalan.
Meski ada kemajuan dari sisi teknologi yang ramah lingkungan, ancaman lain datang dari iklim ekonomi dan politik yang akan menentukan apakah langkah-langkah berkesinambungan akan diterapkan di sana.(NatGeo/ADO)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar